Kupernah torehkan luka
Dengan sebuah kata
Yang menggores jiwa
Tak pernah sengaja
Kusadari it alpa
Kutarik satu kata
Dengan seratus kata
Tetap saja
Terlanjur luka
Hingga kini...
Sesal itu masih ada
Menyesakkan dada
Meski maaf tlah kudapat jua
Bagaimana harus kupinta
Semua kembali semula
Jika kini....
menoleh pun kau tak mau lagi.....
Sabtu, 11 Juni 2011
Antara Kita
Pertemuan kita
Tak pernah sengaja
Hingga sering bersua
Di media....
Tak ku kenal kau
Sebelumnya....
Tak kau kenal aku
Mungkin tuk selamanya
Adakah asa yang kucoba sapa
Mengulur tangan tanpa bicara
Meski terbentang samudra
Meski takkan pernah bersua
Tetap kumendamba
Pertemuan kita......
Tak pernah sengaja
Hingga sering bersua
Di media....
Tak ku kenal kau
Sebelumnya....
Tak kau kenal aku
Mungkin tuk selamanya
Adakah asa yang kucoba sapa
Mengulur tangan tanpa bicara
Meski terbentang samudra
Meski takkan pernah bersua
Tetap kumendamba
Pertemuan kita......
DUA PERMATA
Pada wajahnya kuberkaca
Seperti apa wajahku
Pada tuturnya kusadari
Seperti apa bahasaku
Pada malam hening sepi
kupandangi....
Wajah mungil bagai bidadari
Dialah.....
Kepada siapa kuberbagi hari
Kepada siapa kugantungkan mimpi
Walau baru sebatas imaji.....
Seperti apa wajahku
Pada tuturnya kusadari
Seperti apa bahasaku
Pada malam hening sepi
kupandangi....
Wajah mungil bagai bidadari
Dialah.....
Kepada siapa kuberbagi hari
Kepada siapa kugantungkan mimpi
Walau baru sebatas imaji.....
Langganan:
Postingan (Atom)